Selasa, Januari 6, 2026
  • Login
  • Register
Suara Metro
  • Berita
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Daerah
  • Politik
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Lainnya
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Otomotif
No Result
View All Result
  • Berita
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Daerah
  • Politik
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Lainnya
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Otomotif
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Suara Metro
Home Politik

Opurtunisme dan Cawe-Cawe Partai Coklat Merusak Demokrasi

Kontributor by Kontributor
Selasa, 17 Desember 2024
in Politik
0
Opurtunisme dan Cawe-Cawe Partai Coklat Merusak Demokrasi
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Dr. H. Aswan Jaya

Pemilu dan Pilkada Langsung bagian penting dalam proses demokrasi. Di Indonesia proses demokratisasi masih tergolong “sedang dalam masa pertumbuhan” menuju pematangan edukasi politik bagi seluruh elemen rakyat.

Pertumbuhan demokrasi itu saat ini sedang sangat terganggu dan bahkan mundur kebelakang akibat Cawe-Cawenya Aparatur Penegak Hukum (APH) yang belakangan ini dikenal dengan partai coklat.

Keterlibatan partai coklat dalam kontestasi Pilpres dan Pilkada serentak tahun yang 2024 berdampak kepada dua hal setidaknya, pertama aspirasi politik rakyat diintervensi dan bahkan kehilangan independensinya karena intimidasi partai coklat. Kehilangan indepensi dalam memilih berkonsekwensi pada hilangnya ruh demokrasi itu sendiri yang menganut semangat jujur, adil dan rahasia, dari rakyat untuk rakyat.

Kedua, terpilihnya kepala daerah yang belum tentu memiliki kapasitas seorang kepala daerah yang mengerti persoalan rakyat dan solusinya, sering sekali yang terpilih adalah anak-anak yang dititipkan oleh bapak, paman atau orang-orang yang memiliki kekuasaan politik atau uang yang besar.

Pertanyaannya mengapa partai coklat mau dan pasang badan ikut Cawe-Cawe merusak tatanan demokrasi?

Partai coklat adalah institusi komando, kontradiksi dengan institusi demokrasi yang aspiratif, sederajat, tanpa membedakan status sosial pada saat pelaksanaannnya. Kontradiksi ini yang menyebabkan partai coklat tidak boleh ikut proses demokrasi (dipilih maupun memilih), diatur dalam undang-undang dan diperkuat oleh keputusan Mahkamah Konstitusi karena kecenderungan Cawe-Cawenya begitu kuat, terutama pada pilkada serentak tahun 2024 yang baru di gelar.

Penyakit opurtunisme para pimpinan partai coklat untuk sebuah karir mempertegas posisinya sebagai penjaga modal dan kekuasaan. Istilah aktivis kiri mereka adalah segerombolan “anjing penjaga modal”.

Penyakit opurtunisme ini yang selalu dimanfaatkan oleh kroni politik dinasti menggunakan partai coklat terlibat “secara langsung” Cawe-Cawe mengintervensi kesadaran politik rakyat menuju kehendak majikannya. Cacatlah demokrasi.

Seluruh institusi negara dan sistem bernegara telah tersentuh reformasi. Institusi partai coklat salah satu dari sedikit institusi yang ternyata belum tersentuh reformasi. Selogan presisi dalam menjalankan fungsinya hanya omong kosong saat momentum politik datang.

Mereformasi partai coklat menjadi tanggung jawab semua pihak yang menginginkan proses demokrasi dalam mendewasan kesadaran politik rakyat. Sehingga proses demokrasi bisa berlangsung murah, programatik dan seluruhnya untuk kepentingan bangsa dan negara menuju kesejahteraan rakyat Indonesia yang adil dan makmur menuju Indonesia emas 2045. (*)

Post Views: 7
Previous Post

Mulai Januari 2025, Pelanggan PLN Terima Potongan Tarif Listrik 50 Persen

Next Post

Pimpinan DPRD Sumut Ricky Anthony Bantu Warga Korban Kebakaran di Hinai

Kontributor

Kontributor

Next Post
Pimpinan DPRD Sumut Ricky Anthony Bantu Warga Korban Kebakaran di Hinai

Pimpinan DPRD Sumut Ricky Anthony Bantu Warga Korban Kebakaran di Hinai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • KM3 SU Appresiasi Kinerja Bappelitbang Sumut Raih Peringkat 5 Nasional PPD 2025

    KM3 SU Appresiasi Kinerja Bappelitbang Sumut Raih Peringkat 5 Nasional PPD 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinilai Gagal Tangani Banjir Bandang, GPA Aceh Desak Presiden Copot Kepala BNPB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Majelis Mishbahul Muslimin Ajak Umat Rajut Ukhuwah, Jaga Persatuan dan Kesatuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Praktik Penahanan Ijazah, Wamenaker Afriansyah Noor Terapkan SE Kemenaker No 5 Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • macOS Sierra review: Mac users get a modest update this year

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Suarametro

© 2025 Suarametro.net

Link

  • Indeks
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result

© 2025 Suarametro.net

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: