Selasa, Januari 27, 2026
  • Login
  • Register
Suara Metro
  • Berita
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Daerah
  • Politik
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Lainnya
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Otomotif
No Result
View All Result
  • Berita
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Daerah
  • Politik
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Lainnya
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Otomotif
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Suara Metro
Home Berita

Oknum Preman Bangun Titi Alternatif di Jembatan Air Tenang, Petugas Dishub Diusir

redaksi by redaksi
Rabu, 10 Juli 2024
in Berita, Peristiwa
0
Jembatan Sei Air Tenang Padang Tualang Ambruk, Dinas PUPR Provsu Tidur?

Jembatan Sei Air Tenang yang ambruk beberapa waktu lalu, kini dibangun titi alternatif oleh oknum preman.

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Padang Tualang – Warga di Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat resah. Sejumlah oknum preman membangun titi alternatif dengan batang pohon kelapa, Selasa (9/7/2024) sore, di Jembatan Sei Air Tenang yang ambruk beberapa waktu lalu. Pengendara yang melewatinya pun dipungut biaya Rp2000 – Rp4000 untuk sekali melintas.

Meski sudah dilarang Forkopimcam Padang Tualang, namun sekelompok oknum di sana bersikeras membuka akses titi alternatif. Dengan dalih demi kepentingan warga, oknum tak berkepentingan tersebut sempat berdebart dengan aparat kepolisian. Mereka tetap memaksakan diri mengelola titi alternatif di jembatan itu.

Warga yang resah, meminta agar akses titi alternatif tersebut segera ditutup. Alasannya, Jembatan Sei Air Tenang sudah diagendakan dibangun pada akhir Juni mendatang. Mereka khawatir, progres pembangunan jembatan terganggu karena ulah oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Setelah jembatan ambruk, ada dipasang garis polisi warna kuning. Di situ tertulis tidak boleh ada kegiatan apa pun. Tapi kenapa saat ini ada titi alternatif di situ, tapi bukan dari pemerintah,” kata Marlina, bersama warga sekitar, Rabu (10/7/2024) sore.

Titi alternatif yang dibangun oknum preman di Jembatan Air Tenang menggunakan batang pohon kelapa.

Warga di sana keberatan, karena yang membuat titi alternatif tersebut bukanlah penduduk sekitar. Mereka mengiginkan, agar jembatan tersebut segera dibangun kembali. Karena, fondasi jembatan dinilai sudah tidak aman untuk dilintasi.

“Kalau terjadi apa-apa gimanan, siapa yang mau tanggung jawab. Sementara ini kan daerah kami. Kami minta supaya jembatan itu cepat dibangun. Kalau boleh dibuat titi alternatif, kami ingin warga di sini yang mebangunnya, bukan orang dari luar,” ketusnya.

Petugas Dishub Langkat Diusir

Parahnya, petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Langkat sempat diusir oleh oknum pengelola titi alternatif tersebut. Mereka menyebutkan, agar petugas Dishub tidak mengatur lalu lintas ke arah jalan alternatif desa.

“Pak tangan bapak jangan gini-gini, nanti patah tangan bapak. Ngerti kan!! Nanti tangan bapak putus, soalnya parang kita tajam-tajam. Jangan di sini, sana bapak. Jangan ngarah-ngarahkan gitu. Dah ku bilang, aku jangan pancing emosiku,” kata oknum preman berambut panjang dalam, sebuah video yang beredar di medsos.

Tak hanya itu, setiap pengendara sepeda motor yang melintas di titi alternatif tersebut, dipungut Rp2000. Untuk mobil yang melewatinya, dipungut Rp4000 sekali melintas.

Anggaran Rp20 Miliar

Diinformasikan, Jembatan Sei Air Tenang, Kecamatan Batang Serangan, Langkat ambruk, Selasa (11/6/2024) sore. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Utara, menganggarkan Rp20 Miliar untuk membangun kembali ‘urat nadi’ bagi warga di sana.

“Kita akan lakukan upaya-upaya tindak lanjut. Ini masih kita diskusikan. Ada jalur alternatif dan ada jembatan nanti kita buat jembatan darurat. Nanti jembatan ini akan langsung kita bongkar,” kata Kadis PUPR Provinsi Sumatera Utara Mulyono, Rabu (12/6/2024) siang.

Lebih jauh Mulyono menerangkan, pembangunan jembatan tersebut akan dimulai akhir Juni mendatang. Namun, pihak PUPR Provinsi Sumatera Utara akan memastikan dahulu kesiapan jalur alternatif untuk dilintasi masyarakat.

“Anggarannya ada Rp20 Miliar dengan target rampung 5 sampai 6 bulan,” tutur Mulyono didampingi Muspida Kabupaten Langkat dan Camat Batang Serangan Dr Robbi Rezeki SPd MPd, Kasat Lantas Polres Langkat AKP Maruli Tua Simanjorang, beserta beberapa kadus. (Ahmad)

Post Views: 24
Tags: jembatan ambrukpadang tualangpetigas dishub diusir
Previous Post

Truk CPO Melintas Jembatan Sei Air Tenang, Warga Blokir Jalan

Next Post

Akan Ada Penyesuaian, Segini Tarif Tol Binjai – Stabat

redaksi

redaksi

Next Post
Akan Ada Penyesuaian, Segini Tarif Tol Binjai – Stabat

Akan Ada Penyesuaian, Segini Tarif Tol Binjai – Stabat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • PP GPA Tuding KPK Kriminalisasi Gus Yaqut, Usul Presiden Beri Amnesti

    PP GPA Tuding KPK Kriminalisasi Gus Yaqut, Usul Presiden Beri Amnesti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jika Prabowo-Gibran Menang Pilpres 2024, Saham Ini Bisa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Tagih Ketegasan KPK, Kasus Transaksi Rp349 Triliun di Kemenkeu Kembali Dipersoalkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kadis PUTR Langkat Pastikan Pengaspalan Ruas Jalan Kampung Nangka Secanggang Berlanjut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danantara: Transformasi PalmCo Dinilai Perkuat Kemandirian Pangan dan Energi Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Suarametro

© 2025 Suarametro.net

Link

  • Indeks
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result

© 2025 Suarametro.net

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: