Rico Waas Pilih Berobat ke Luar Negeri, Tak Percaya Layanan Kesehatan Rumah Sakit Lokal?

Berita32 Dilihat

MEDAN – Pengakuan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang memilih berobat ke luar negeri menuai sorotan publik. Langkah tersebut dinilai ironi di tengah posisinya sebagai kepala daerah yang seharusnya menjadi representasi kepercayaan terhadap layanan kesehatan di Kota Medan maupun Sumatera Utara.

Rico akhirnya buka suara terkait keberangkatannya ke luar negeri yang sebelumnya menuai polemik lantaran ia absen pada agenda nasional peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sabtu (16/5/2026).

“Benar bahwa saya sedang berada di luar negeri untuk menjalani pengobatan. Jauh-jauh hari saya sudah merencanakan berobat, tapi waktunya tidak dapat. Kebetulan ini ada waktu libur, makanya saya berangkat dan sudah lapor kepada Mendagri untuk agenda tersebut,” ujar Rico kepada wartawan melalui sambungan seluler, Minggu (17/5/2026).

Meski menegaskan perjalanan tersebut menggunakan dana pribadi dan bukan APBD, keputusan Rico tetap memantik kritik. Sebab, sebagai wali kota, Rico selama ini memimpin daerah yang memiliki sejumlah rumah sakit besar dan fasilitas kesehatan rujukan di Sumatera Utara.

Tak sedikit pihak menilai keputusan berobat ke luar negeri secara tidak langsung memperlihatkan rendahnya kepercayaan terhadap pelayanan kesehatan lokal. Padahal pemerintah daerah selama ini terus menggaungkan peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Rico menjelaskan keberangkatannya juga untuk mengambil obat-obatan yang selama ini dikonsumsinya.

“Jadi, saya berangkat ke luar negeri khusus untuk berobat sekaligus mengambil obat yang sudah habis saya konsumsi. Saya mohon maaf dalam hal ini,” katanya.

Di tengah berbagai persoalan pelayanan publik di Kota Medan, mulai dari infrastruktur hingga keluhan masyarakat terhadap layanan dasar, kepergian Rico ke luar negeri justru dinilai menimbulkan kesan kurang peka terhadap kondisi daerah yang dipimpinnya.

Apalagi sebelumnya Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution mengingatkan bahwa kepala daerah wajib memiliki izin apabila bepergian ke luar negeri, termasuk saat hari libur.

Meski demikian, Rico mengklaim tetap memantau jalannya pemerintahan selama menjalani pengobatan di luar negeri.

“Selama berobat setiap waktu saya juga memonitor Kota Medan, dan meminta kepada para pimpinan OPD terus berkomunikasi dan berkoordinasi terkait perkembangan Kota Medan,” ujarnya.

Rico juga menegaskan Pemko Medan tetap mendukung seluruh program strategis nasional dan menjaga koordinasi dengan pemerintah pusat demi kesejahteraan masyarakat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *