Rumah Warga Salapian Terbakar, Ricky Anthony Hadir Bawa Bantuan

Daerah34 Dilihat

Salapian, Suarametro.net – Kediaman Indra Ginting, warga Dusun IV Batu Guru B, Desa Panco Warno, Kecamatan Salapian, Langkat ludes terbakar, Sabtu (1/6/2026) dini hari lalu. Musibah ini pun menggugah empati Pimpinan DPRD Sumut Ricky Anthony untuk memberi bantuan.

Peristiwa nahas tersebut diketahui legislator yang akrab disapa RA ini dari timnya di sana. Bahwa, ada peristiwa kebakaran rumah yang dialami warga di daerah tersebut.

Bersama timnya, RA kemudian bergerak cepat untuk hadir menemui keluarga korban sembari membawa bantuan, Sabtu (6/6/206) pagi. Di sana, politisi dari Partai NasDem ini melihat rumah Indra sudah ludes terbakar.

“Gitu dengar kabar musibah itu, saya dan tim bergerak. Kita hadir untuk memberi bantuan, serta membawa semangat baru untuk keluarga korban,” tutur RA.

Bukan hanya sekadar membawa bantuan, RA juga memberi dukungan moril kepada Indra. Harapannya, agar semangatnya kembali bangkit pasca mengalami musibah.

Apa yang dilakukan RA itu, sesuai dengan semangat Partai NasDem. Dimana, parpol tersebut akan terus memberi manfaat bagi masyarakat.

“Semoga bermanfaat dan bisa meringankan beban keluarga beliau. Saya turut prihatin dan berharap agar pak Indra kembali semangat usai mengalami musibah tersebut,” tuturnya.

Sementara, Indra dan keluarganya mengucapkan banyak terima kasih kepada RA. Bantuan dan tali asih yang diberikan, sangat berarti dan membawa semangat baru pasca cobaan berat yang mereka alami.

“Terimakasih sudah memberi perhatian, dari semua pejabat yang kami tau, cuma pak Ricky lah yang ngerti kepada masyarakatnya. Serta ringan langkahnya untuk membantu kami,” ujar Indra penuh haru.

Diinformasikan, 1 unit rumah milik Indra Ginting di Dusun IV Batu Guru B, Desa Ponco Warno, Kecamatan Salapian, Langkat ludes terbakar Sabtu (1/6/2026) dini hari lalu. Penyebab kebakaran, diduga berasal dari korsleting arus listrik.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas yang menimpa keluarga Indra. Namun kerugian yang dialami korban diperkirakan mecapai ratusan juta rupiah. (MAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *